Kembangkan hutan kota, Perhutani siapkan 9.240 bibit

Ilustrasi (Dok.SOLOPOS)
SOLO–Kawasan Balekambang dan Edu Park Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) segera berubah menjadi hutan.
Hal itu menyusul adanya kepastian dari Perum Perhutani untuk menanam pohon di dua lokasi yang telah ditetapkan dengan surat keputusan (SK) Walikota Solo sebagai titik hutan kota itu.
Administratur atau Kepala Kesatuan Pemangkuan Hutan (KKPH) Perum Perhutani Surakarta, Iwan Setiawan, mengungkapkan sebanyak 9.240 bibit tanaman telah disiapkan pihaknya untuk ditanam di dua lokasi tersebut.
”Kami ingin membantu Pemkot dalam proses pengembangan hutan kota. Pilihan lokasinya sebenarnya banyak tapi kami pilih dua titik yang cukup strategis, yakni Balekambang seluas 3,4 hektare dan Edu Park UMS seluas 5 hektare,” jelas Iwan, saat ditemui wartawan seusai menemui Walikota Solo, Joko Widodo (Jokowi) di Balaikota, Selasa (27/12/2011).

Sumber :  http://www.harianjogja.com/
READ MORE - Kembangkan hutan kota, Perhutani siapkan 9.240 bibit

Perhutani Peroleh Suntikan Rp225 Miliar dari BNI

23 December 2011


PT Bank Negara Indonesia Tbk berkomitmen memberikan kredit agrobisnis senilai Rp225 millar kepada Perum Perhutani. Pinjaman ini akan digunakan sebagai pengembangan industri furniture, derivat getah pinus dan plywood berskala global.
“Kita lihat prospek bisnis Perhutani cukup baik pada tahun-tahun mendatang. lni juga unik, karena bisnis sekalian melestarikan alam. Kami berikan bunga yang baik dengan tenor tiga tahun dan bisa diperpanjang,” kata Dirut BNI Gatot M Suwondo dalam penandatangan perjanjian kerja sama dengan Perhutani di Jakarta, Senin (19/12).
Sementara Dirut Perhutani Bambang Sukmananto mengatakan, fasilitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan investasi produktif Perhutani tahun ini sebesar Rp700 millar. Dimana 65 persen dibiayai oleh perbankan dan sisanya investasi itu dipenuhi oleh perusahaan. .
Fasilitas ini juga dicanangkan melalui ground breaking dimulainya penyertaan BUMN Kehutanan terbesar di Indonesia di PMA industri furniture yang pabriknya berlokasi di Tegal. “Selain itu, pembangunan industri pabrik derivat Gondorukem dan Terpentin di Pemalang Jawa Tengah, serta pabrik Plywood di Pare, Kediri Jawa Timur,” ujarnya.
Pemalang dipilih karena lokasi pabrik dekat dengan sumber bahan baku dan akses ke pelabuhan. Kapasitas pabrik 25.000 ton getah pinus pertahun.
Nantinya pabrik akan menghasilkan antara lain gliceroz rosin ester, alpha pinene, betha pinene, limanen, cineol, dan alpha terpineol yang merupakan bahan baku industri makan dan minuman, adhesive, industri kertas, industri cat dan tinta, parfum dan farmasi.
Dengan nilai investasinya kurang lebih Rp208,7 miliar dan akan menghasilkan nilai tambah 1.3 hingga 1,7 kali. Dengan harga produk antara 2.000 dolat AS sampai 4.000 dolar AS, bahkan dimungkinkan mencapai 15.000 dolar AS per ton.
“Pabrik derivat gondorukem dan terpentin sendiri, akan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.650 orang (tenaga kerja langsung 150 dan tidak langsung sekitar 1.500 orang),” terangnya.
Sedangkan pembangunan Pabrik Plywood di Pare, Kediri, Jawa Timur akan dilakukan diatas lahan seluas 8,3 hektare. Pilihan lokasi di Kediri karena sumber bahan baku sengon Perhutani KPH Kediri tanaman sengon cukup luas. Kapasitas pabriknya mencapai 48.000m3 log pertahun dengan output 24.000 m3 plywood pertahun.
Harga plywood sengon cukup bagus karena apresiasi pasar cenderung memilih plywood yang berasal dari hutan tanaman (plantation) dibanding plywood dari hutan alam.
Pasar utama plywood adalah untuk ekspor 70 persen, antara lain Jepang yang telah mengajukan MOU jangka panjang dan 30 persen akan dipasarkan di dalam negri.
Nilai investasi pabrik sekitar Rp38,3 millar dengan payback period sekitar 3,4 tahun. Jika dalam 2-3 tahun mendatang menunjukkan pertumbuhan yang bagus, kapasitasnya akan ditingkatkan dua kali lipat mengingat bahan baku tersedia melimpah.

Sumber : http://www.bumn.go.id/
READ MORE - Perhutani Peroleh Suntikan Rp225 Miliar dari BNI

Kekayaan Alam Indonesia Hanya Tinggal 30 Persen

Kerusakan alam akibat pertambangan (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Indonesia mengalami krisis ekologi. Hal ini diakibatkan oleh perusahaan tambang yang melakukan ekplorasi pertambangan di hutan dan laut Indonesia. Kerusakakan alam di negeri ini sudah mencapai 70 persen. Praktis, saat ini kekayaan alam Indonesia, hanya tersisa 30 persen.

"Kekayaan alam Indonesia hanya tersisa 30 persen. Kondisi alam Papua juga sudah rusak parah, karena dikepung dari Teluk Bintuni ditambah Freeport, ditambah lagi Merauke yang mau dijadikan perkebunan pangan," kata Manajer Kampanye Tambang dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Pius Ginting, seperti dikutip situs resmi Walhi, Kamis (5/1) .

Menurut dia, kerusakan hutan Papua kemungkinan tambah parah. Pasalnya, di sekitar perbatasan wilayah Indonesia dengan Papua Nugini, rencananya akan akan dijadikan perkebunan sawit. Kawasan-kawasan itu sebelumnya terisolir yang kini mulai dijamah untuk dilakukan ekplorasi alam yang sebenarnya memiliki kekayaan alam melimpah.

Kawasan lain yang terancam rusak, lanjut Pius, kawasan Pulau Halmahera yang memiliki keanekaragaman hayatinya juga tinggi karena banyak hutan. Tapi saat ini, di pulan tersebut tiga perusahaan tambang yang diperbolehkan menggarap kawasan hutan lindung. Pertambangan emas sangat rentan pencemaran.

Selain terkait pencemaran lingkungan, juga merugikan sumber daya mineral. Atas dasar ini, Walhi mendesak Pemerintah Indonesia untuk lebih peduli lagi terhadap keberadaan ekosistem alam, baik di hutan maupun di laut. Sumber daya alam itu untuk menghidupi masyarakat yang ada di sekitarnya.

“Sudah saatnya pemerintah harus segera merevitalisasi sumber daya alam bagi kemakmuran masyarakat. Bahkan, bila perlu mencabut kontrak karya yang telah merusak alam Indonesia tersebut. Pemerintah jangan diam saja, tapi harus tegas terhadap tindakan pengusaha yang merusak alam Indonesia,” imbuh Pius.


Sumber: beritahukum.com
READ MORE - Kekayaan Alam Indonesia Hanya Tinggal 30 Persen

Keindahan Alam di Indonesia

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan yang kaya akan budaya dan daerah pariwisata yang tersebar dari sabang hingga merauke. Keragaman budaya yang dimiliki menjadikan Indonesia salah satu pusat tujuan wisata masyarakat dunia. Hal tersebut didukung oleh suasana dan kondisi alam serta masyarakat penghuninya yang memilki budaya dengan karakteristik yang unik dan beraneka ragam antara pulau yang satu dengan yang lainnya.
Masing-masing pulau yang terdiri dari beberapa wilayah tentu memiliki kebudayaan tersendiri sesuai dengan lingkungan dan kondisi alam yang mereka tinggali. Keragaman budaya yang hidup dalam masyarakat diharapkan mampu menjadi katalisator dalam percepatan pembangunan daerah sesuai dengan kadar pembangunan yang bisa dimanfaatkan melalui pengelolaannya, misalnya dengan menjadikannya sebagai daerah tujuan pariwisata yang berbobot melalui pembangunan fasilitas yang menunjang. Pembangunan tersebut diharapkan bisa terealisasi dengan baik terlebih dengan terbukanya angin segar bagi setiap daerah untuk membangun wilayahnya sendiri melalui sistem pemerintahan yang bersifat desentaralisasi sesuai dengan kondisi dan kekayaan daerah pariwisata yang dimiliki.
Kekayaan akan daerah pariwisata yang dimiliki Indonesia bisa kita lihat dari banyaknya tempat-tempat pariwisata yang tersebar di seluruh kawasan nusantara. Kawasan pariwisata yang dimiliki itu tidak hanya terbatas pada kawasan darat saja, akan tetapi terdapat pula di laut. Bahkan di antara sekian banyaknya kawasan pariwisata yang dimiliki masih banyak yang belum terjamah karena kurangnya akses berupa jalan yang layak dan faktor keamanan yang kurang berfihak sehingga daerah atau kawasan tersebut tidak bisa difungsikan secara optimal dan menjadi daerah kunjungan yang digemari oleh para wisatawan. Oleh kerena itu, sampai saat ini pemerintah terus melakukan  pengembangan pada setiap kawasan yang ada .
KEINDAHAN ALAM MENAKJUBKAN YANG TERDAPAT DI INDONESIA
1. Gunung Rinjani, NTB



Rinjani memiliki panaroma yang bisa dibilang paling bagus di antara gunung-gunung di Indonesia. Setiap tahunnya (Juni-Agustus) banyak dikunjungi pencinta alam mulai dari penduduk lokal, mahasiswa, pecinta alam. Suhu udara rata-rata sekitar 20°C; terendah 12°C. Angin kencang di puncak biasa terjadi di bulan Agustus. Beruntung akhir Juli ini, angin masih cukup lemah dan cuaca cukup cerah, sehingga pendakian ke puncak bisa dilakukan kapan saja.


2. Pulau Komodo, NTT


Taman Nasional Komodo (TN. Komodo) merupakan kawasan yang terdiri dari beberapa pulau dengan perairan lautnya. Pulau-pulau tersebut merupakan habitat satwa komodo (Varanus komodoensis) yaitu reptil purba yang tersisa di bumi. Kondisi alamnya unik, terdapat padang savana yang luas dengan pohon lontarnya (Borassus flabellifer).


3. Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat



Kepulauan Raja Ampat merupakan kepulauan yang berada di barat pulau Papua di provinsi Papua Barat, tepatnya di bagian kepala burung Papua. Kepulauan ini merupakan tujuan penyelam-penyelam yang tertarik akan keindahan pemandangan bawah lautnya


4. Kawah Ijen, Jawa Timur



Kawah Ijen merupakan salah satu gunung berapi atraksi wisata di Indonesia. Kawah Ijen merupakan objek wisata terkenal, yang telah dikenal oleh para wisatawan domestik dan asing karena keindahan alam dan bahari.


5. Carstensz Pyramid, Papua




Indonesia patut berbangga dengan keunikan dan kekayaan alam serta tradisi masayarakatnya. Kali ini, Carstenz Pyramid atau yang bisa disebut dengan puncak jaya, juga berada di Papua. Puncak Carstensz ini merupakan puncak tertinggi di Australia dan Oceania.


6. Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda



Krakatau adalah kepulauan vulkanik yang masih aktif dan berada di Selat Sunda antara pulau Jawa dan Sumatra. Nama ini pernah disematkan pada satu puncak gunung berapi di sana yang, karena letusan pada tanggal 26-27 Agustus 1883, kemudian sirna. Letusannya sangat dahsyat dan tsunami yang diakibatkannya menewaskan sekitar 36.000 jiwa


7. Gunung Bromo, Jawa Timur



Gunung Bromo merupakan gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.


8. Gunung Kelimutu, NTT


Gunung Kelimutu adalah gunung berapi yang terletak di Pulau Flores, Provinsi NTT, Indonesia. Lokasi gunung ini tepatnya di Desa pemo Kecamatan kelimutu, Kabupaten Ende. Gunung ini memiliki tiga buah danau kawah di puncaknya. Danau ini dikenal dengan nama Danau Tiga Warna karena memiliki tiga warna yang berbeda, yaitu merah, biru, dan putih. Walaupun begitu, warna-warna tersebut selalu berubah-ubah seiring dengan perjalanan waktu.


9. Taman Laut Bunaken, Sulawesi Utara



Taman laut Bunaken memiliki 20 titik penyelaman (dive spot) dengan kedalaman bervariasi hingga 1.344 meter. Dari 20 titik selam itu, 12 titik selam di antaranya berada di sekitar Pulau Bunaken. Dua belas titik penyelaman inilah yang paling kerap dikunjungi penyelam dan pecinta keindahan pemandangan bawah laut.


10. Danau Toba, Sumatra Utara



Danau Toba adalah sebuah danau vulkanik dengan ukuran panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer (danau volkanik terbesar di dunia). Di tengah danau ini terdapat sebuah pulau vulkanik bernama Pulau Samosir. Danau Toba sejak lama menjadi daerah tujuan wisata penting di Sumatera Utara selain Bukit Lawang dan Nias, menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.


11. Baluran, Jawa Timur



Baluran adalah Afrikanya Indonesia, Taman Nasional ini merupakan perwakilan ekosistem hutan yang spesifik kering di Pulau Jawa, terdiri dari tipe vegetasi savana, hutan mangrove, hutan musim, hutan pantai, hutan pegunungan bawah, hutan rawa dan hutan yang selalu hijau sepanjang tahun. Sekitar 40 persen tipe vegetasi savana mendominasi kawasan Taman Nasional Baluran.


12. Pantai Dreamland, Bali



Dreamland atau lebih dikenal sebagai Pantai Dreamland merupakan salah satu pantai terindah di Bali selain Pantai Kuta. Pantai yang terletak tidak jauh dari daerah Uluwatu di Pulau Dewata ini sudah sangat terkenal karena keindahannya. Keindahan dan kebersihan pantai menambah daya tarik pengunjung, bukan hanya dari dalam negeri tapi juga turis manca negara.


13. Danau Gunung Tujuh, Jambi



Kerinci boleh bangga dengan keberadaan Danau Gunung Tujuh yang merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara. Serta terdapat beberapa danau kecil lainnya dengan keindahan alamnya yang unik. Danau Belibis dengan alam yang masih asli memberikan sentuhan yang berbeda.


14. Green Canyon, Jawa Barat



Green Canyon menyimpan pesona luar biasa. Perpaduan antara sungai, lembah hijau, hutan lindung, dan aneka stalaktit-stalakmit. Keindahan berbalut kesunyian, bagai surga yang tersembunyi. Green Canyon mulai dikembangkan pada tahun 1989.


15. Danau Sentai, Papua



Danau Sentani di bawah lereng Pegunungan Cycloops yang terbentang antara Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura, Papua. Lanskap Danau Sentani dengan gugusan pulau di tengahnya merupakan salah satu yg terindah di Indonesia.


16. Goa Gong, Jawa Timur



Goa Gong diklaim sebagai goa terindah di Asia Tenggara. Di dalam gua ini Anda dapat menyaksikan berbagai macam tonjolan batuan (stalaktit/stalakmit) yang sangat menarik dan proses terjadinya secara alami.


17. Pegunungan Karst Bantimarung, Sulawesi Selatan



Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.


18. Pulau Belitung, Bangka Belitung



Pulau indah, pemandangan unik pantai pasir putih asli dihiasi batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal, dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil.


19. Pulau Derawan, Kalimantan Timur



Di perairan sekitarnya terdapat taman laut dan terkenal sebagai wisata selam (diving) dengan kedalaman sekitar lima meter. Pada batu karang di kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai "Blue Trigger Wall"
READ MORE - Keindahan Alam di Indonesia



Penelusuran adalah hobi yang mengasyikkan. Ada perasaan yang tak bisa dilukiskan saat kita melakoninya. Tiap kali gua berhasil ditelusuri, ada banyak cerita yang bisa ditularkan. Dari situ bukan cuma kebanggaan tapi selalu memancing kerinduan untuk kembali lagi. Namun kita juga harus ingat, ada etika yang harus dipenuhi saat menelusuri gua.

Penelusuran gua merupakan kegiatan kelompok. Itu sebabnya dalam setiap penelusuran tidak dibenarkan seorang diri. Jumlah minimal untuk sebuah kegiatan eksplorasi gua adalah empat orang. Ini didasarkan pada faktor keamanan, jika terjadi kecelakaan pada seorang anggota kelompok, satu orang dibutuhkan untuk menjaganya. Sedang dua anggota lainnya menyiapkan pertolongan ( rescue ), atau kalau tidak mungkin, cari pertolongan kepada penduduk.

Sebelum memasuki gua,  yang harus dilakukan adalah meninggalkan pesan kepada orang lain tentang tujuan gua yang akan dimasuki, jumlah penelusur, lama kegiatan, bagian gua yang akan dimasuki, dan lain - lain. Lalu tinggalkan seorang pengamat di luar gua.
Orang ini akan sangat berguna untuk memberi peringatan, jika terjadi sesuatu di luar gua, misalnya hujan lebat yang dapat mengakibatkan banjir dalam gua. Kalau tidak mungkin, pelajarilah keadaan cuaca terakhir di daerah tersebut, juga disiplin waktu yang ditetapkan.
Hal lain yang harus diperhatikan, yaitu membawa makanan dan minuman. Paling penting kondisi badan harus selalu fit di saat melakukan penelusuran gua. Sikap yang baik, menyadari kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan diri untuk menelusuri gua, jika kondisi atau kemampuan tidak memungkinkan.


Satu hal yang harus diresapi dan disadari oleh setiap penelusur gua yaitu masalah “konservasi”. Jangan mengambil apa pun, jangan meninggalkan apa pun dan bunuh apa pun. Setiap buangan yang ditinggalkan akan merusak lingkungan biologis gua yang sangat rapuh, misalnya sampah karbit. Bawalah semua sampah ke luar gua dan buang ke tempat pembuangan sampah.


Setiap kerusakan yang ditimbulkan oleh penelusur adalah tindakan tercela, karena untuk merusakkan benda-benda dalam gua misalnya stalagmit dan stalagtit hanya butuh beberapa detik saja, sedangkan proses pembentukan benda-benda tersebut membutuhkan waktu ribuan bahkan jutaan tahun. 


Jika prinsip-prinsip tersebut disadari dan dilaksanakan oleh para penelusur gua, maka semboyan: “Take nothing but picture, leave nothing but footprint, kill nothing but time”, terasa semakin berarti.
READ MORE - Etika Khusus Penelusuran Gua